Jumat, Desember 09, 2011

My First Lil Brother

     Waktu liat adek cwo w yg pertama mw berangkat sekolah, jadi teringat satu hal. Jadi dia itu kidal, sama seperti aku. Kami lima bersaudara dalam keluargaku, tapi cuma aku dan dia yg kidal, ga tw kenapa..
     Dia kelas dua SD skrg, jadi waktu mama periksa buku2 tulis dia, mama mendapati klo hampir semua catatan dia blm selesai di tulis, ada pengaduan juga dari pihak wali kelasnya klo dia malas mencatat. Jadilah aku di suruh melatih dia menulis. karena masih SD, apalagi dia cowo, pasti tulisannya jelek, aku bilang sama dia, ga masalah asal bisa di baca. Dari latihan2nya aku mengerti kenapa dia malas mencatat, pasti karena kidal, menulis dengan tangan kiri, teman2nya SUDAH PASTI mengolok2. Aku sangat mengerti perasaaan itu, karena aku juga kidal. Hanya saja perbedaannya aku bisa menulis dengan tangan kanan.
     Bapak bilang sama adikku itu klo bisa menulis kiri itu anugerah, karena ga semua orang bisa. Tapi adikku tetap minder. Aku pikir bapak salah. Tidak sepenuhnya salah sih, tapi kebiasaan itu bisa di rubah, mumpung masih kecil, masih bisa di bentuk kepribadiannya. Aku masih ingat saat TK aku masih menulis kiri, lalu ketika masuk SD, guru menyuruh aku mencoba menulis dengan tangan kanan. Pertama mencoba rasanya susah banget! Tersiksa.. Tanganku sampai gemetaran & keringatan. Tulisanku jadi besar2 banget, jelek! Dan selesainya sangat lama. Besoknya aku menulis pakai tangan kiri lagi, lalu guru itu datang dan memindahkan pensil ke tangan kananku. Lagi dan lagi. Begitu seterusnya selama setahun di kelas 1 SD. Naik kelas 2 SD, aku sudah terbiasa pakai tangan kanan & tangan kiriku masih berfungsi juga. Jadi 2 tanganku bisa berfungsi sama. See? Aku merasa hebat, berbeda itu bisa menjadi kelebihan, tapi jangan terlalu memperlihatkan kelebihan itu pada orang, alias jangan menyombongkan diri.
     Aku menulis dengan tangan kanan dan menghapus dengan tangan kiri. Orang lain biasanya klo mw menghapus harus taruh pensil dlu dan ambil penghapus, sedangkan aku ga perlu repot2. Dan ini menguntungkanku karena kadang aku sering dluan selesai mencatat.
     Teman sebangkuku waktu SMP kelas 2 & 3 adalah orang yg sama, dia memperhatikan aku detail banget, kadang kelakuan yg aku tidak sadari jadi sadar karena omongan dia. Suatu ketika dia bilang, 'wid enak yaa ga perlu taruh pensil dlu lgsg apus pke tangan kiri, w mw coba ahh' katanya. Akhirnya dia bisa juga walau agak kaku. :) Semua orang mungkin bisa memfungsikan kedua tangan dengan baik asal ada niat.
Aku mengajarkan (atau lebih tepatnya memaksa) adikku itu untuk menulis dengan tangan kanan, sampai aku bentak2 dia. Aku bilang padanya kalau dia malu di ejek2 terus yaa dia harus menulis dengan tangan kanan. Ibuku sih setuju saja, tapi tidak dengan ayahku, beliau masih percaya dengan argumennya. Tapi siapa yg lebih mengerti selain yg punya pengalaman sama?
     Tapi lama2 capek juga memperdulikan adikku, biar terserah dia saja mw bagaimana, asal nilainya tidak mempengaruhi. Hanya saja guru sekarang kurang kepedulian terhadap murid, tidak seperti guru2 jaman dulu, guru sekarang hanya memperdulikan apa yg akan di ajar, mata pelajaran saja, tidak perduli bagaimana cara mendidik kepribadian murid juga, menjadikan mereka manusia yg layak dan dihormati. Yahh, terima kasih pada guru SD ku dulu, aku ga inget tampangnya, ga inget namanya, tapi aku sangat ingat jasanya! Terima kasih guru ku... *Bow*

Tidak ada komentar: