Sabtu, Agustus 04, 2012

Tidak menulis adalah suatu kemunduran

Tidak menulis adalah suatu kemunduran..
Setiap hari selalu ada hal baru. Walaupun mungkin tidak ada pelajaran baru, tapi pasti ada sesuatu yang baru. Tanpa sadar, yang kita lihat, dengar, dan rasakan akan terekam dalam ingatan kita. Kita mengingat dengan kepala, & didalam kepala ada otak, jadi berarti kita mengingat dengan otak. Ibaratnya di dalam otak itu ada file2 yang berisi ingatan. Semakin banyak ingatan semakin banyak jumlah file2 tersebut. Kadang kala kita ingin mengingat hal yang telah lalu, dan otomatis otak akan mencari file lama yang ingin kita buka tersebut. Kita akhirnya bisa mengingat kenangan lama dengan baik. Tetapi tanpa sadar ingatan yang baru akan sedikit terlupakan alias filenya berpindah kebelakang. Begitu seterusnya dan karenanya kita tidak bisa mengingat banyak hal dalam waktu yang bersamaan.

Dengan adanya ingatan baru yang terus bertambah setiap harinya, otak akan menjadi penuh dan ini akan mengakibatkan amnesia kecil. Kadang ada yang menjadi gila karena terlalu banyak ingatan. Kata orang, gila dan jenius itu beda tipis. Ini benar karena orang jenius telah mempelajari banyak hal & harus mengingatnya.

Balik lagi ke maksud awal, yaitu kenapa tidak menulis adalah suatu kemunduran. karena otak akan penuh jika menyimpan terlalu banyak, ada beberapa ingatan yang akan terbuang seiring berjalannya waktu. Seperti kata2 yg bagus, gambar2 yg bagus, dan hal2 yang hanya kita lihat / dengar sekali saja. Kalau saat kita menemukan hal bagus itu kita langsung menuliskannya, hal itu akan tersimpan dan saat kita tanpa sengaja membaca lagi tulisan itu bahkan kita akan terkejut karena kata2 itu sangatlah bagus.

Bagi penulis atau orang2 yg suka menulis, kemunduran itu akan sangat terasa jelas sekali seperti stres berlebihan, bosan, & meningkatkan emosi . Dampak buruk akan sangat terasa sekali. Bahkan hanaya untuk menulis diary saja, ketika tidak menulis dalam beberapa waktu rasanya ada yang kurang dalam hidup. Bahkan sampai ada rasa bahwa hidup ini menjadi tidak penting lagi. Sangat mengerikan memang, karenanya sempatkanlah menulis walau hanya satu kalimat.

Menulis tidak selalu di kertas, dalam era digital ini, menulis di akun sosial (update status) sudah menjadi tren. Ini bagus untuk mengurangi stres, tapi terkadang ketika hal2 tidak bermutu terbaca / tertuliskan, ini malah menambah stres. Semua kembali lagi kepada diri kita sendiri. Jika menjadikan diri sebagai kalangan terpelajar & elit, kita tidak akan mempedulikan hal2 tidak bermutu tersebut.

Selamat menulis!!

NB: Ini semua pemikiran pribadi saya. Tidak ada ulasan terkait atau apapun. Ini berdasarkan pengalaman pribadi. Tidak ada maksud lain selain sharing pengalaman saja.